Lokasi / Beranda / Otomotif / Banjir Rob, Dampak Kerugian, dan Warga yang Menolak Pindah
Banjir Rob, Dampak Kerugian, dan Warga yang Menolak Pindah

Menurut dia, dampak ekonomi juga muncul dari kerusakan kendaraan yang sering melintasi jalan yang tergenang rob.
Belum lagi, kata dia, kerugian akibat kerusakan ekosistem, hilangnya mata pencaharian, hingga rumah warga yang semakin lama semakin tenggelam dan perlu ditinggikan setiap beberapa tahun sekali.
Ia menyebut sejumlah kajian telah menghitung nilai kerugian akibat dampak rob di Pantura Jawa Tengah. Namun, ia belum memastikan angka kerugian yang dihitung dalam kajian tersebut.
"Triliunan itu. Dari kerusakan ekosistem, kerusakan, kehilangan mata pencaharian, kehilangan ini ada kok. Jadi valuasinya ada itu, dihitung," ungkapnya.
Fokus mencari solusi
Yusmanto mengatakan, pemerintah tidak ingin gegabah mengeklaim angka kerugian tersebut karena diperlukan kajian yang lebih komprehensif.
Menurut dia, pemerintah lebih berfokus pada upaya mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat terdampak rob.
"Kalau kami membuat kajian ya sesuai kajian solusinya, bukan kajian untuk perhitungan kerugiannya," katanya.
Warga memilih bertahan
Nur Zaidi Siswa SD pulang sekolah dengan menyusuri akses jalan rusak di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Kamis (29/1/2026).Salah satu persoalan yang dihadapi pemerintah adalah warga yang tetap memilih bertahan di wilayah terdampak rob meski rumah dan lingkungan tempat tinggal mereka semakin terendam.
Yusmanto mengatakan, pemerintah telah menawarkan sejumlah opsi, termasuk relokasi. Namun, sebagian warga masih enggan pindah karena memiliki ikatan sosial, budaya, dan ekonomi dengan tempat tinggal mereka.
Ia mencontohkan warga di Timbulsloko, Demak, yang selama bertahun-tahun menggantungkan kehidupan dari aktivitas pertanian, tambak, dan perikanan.
"Karena mata pencahariannya di sana. Kemudian mereka masih terikat secara kultural dan psikologis," ujar dia.
Menurut Yusmanto, persoalan tersebut menunjukkan bahwa penanganan rob tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur pengendali banjir.
Pemerintah juga perlu menyiapkan solusi bagi keberlangsungan kehidupan dan mata pencaharian masyarakat terdampak.
Sebelumnya — Mendagri Usul Donatur Tiap Calon Kepala Daerah Dibuka ke Publik, Seperti di AS
Selanjutnya — Mendiktisaintek: Gaji Awal Dosen Memang Rendah, Makin Terasa Cekak di Awal Tahun
Artikel Terkait
- [KLARIFIKASI] Video Ini Bukan Kerusuhan di Paris usai Laga Perancis Vs Maroko
- Kandang Ayam Besar di Dekat Perumahan, Bagaimana Aturannya?
- Polisi Tangkap 3 Pelaku Tawuran Bacok Lawan hingga Luka di Jakut
- Kampus Klarifikasi soal Rachmi yang Temui Dedi Mulyadi di Padang, Sebut Terkendala Akademik
- BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat di Sumut dan Sulsel Meski Lagi Kemarau
- Polisi Cek Kejiwaan Pelaku Teror Ancaman Bom ke SDN di Jaksel
- Laju Terhenti di Semifinal Japan Open 2026, Putri KW Pilih Mawas Diri
- Merasa Jengkel Aliran Sungai Citaringgul Dikotori, Puluhan Emak-emak di Babakan Madang Turun Gunung
