Lokasi / Beranda / Otomotif / Ini Risiko Terburuk jika Komstir Motor Oblak Tak Segera Diperbaiki
Ini Risiko Terburuk jika Komstir Motor Oblak Tak Segera Diperbaiki

Dok. One M Komstir Ilustrasi servis komstir
Bisa Merusak Segitiga
Budi Sagita, Manajer Training One M Komstir, bengkel spesialis komstir di Cibitung, Bekasi, mengatakan banyak pengendara mengabaikan gejala awal komstir yang sudah oblak.
"Kalau komstir sudah mulai oblak atau bunyi, kadang konsumen cuek. Bisa jadi karena belum sempat memperbaiki atau menganggap masalahnya tidak serius. Padahal, kalau terus dipakai, efeknya bisa merusak segitiga kemudi," kata Budi kepada Kompas.com (15/7/2026).
Ia menjelaskan, segitiga kemudi bagian bawah merupakan dudukan komstir. Ketika komstir yang aus terus dipakai, gesekan akan membuat dudukan tersebut ikut terkikis.
"Kalau dibiarkan oblak atau bunyi, lama-lama segitiganya ikut aus atau termakan. Akibatnya, saat dipasang komstir baru pun hasilnya tetap longgar," ujarnya.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Ilustrasi servis komstir motor
Biaya Perbaikan Bisa Membengkak
Menurut Budi, kondisi tersebut membuat penggantian komstir saja tidak lagi menyelesaikan masalah. Jika dudukan pada segitiga kemudi sudah aus, komponen tersebut juga harus diganti.
"Kalau segitiganya sudah longgar, dipasang komstir baru tetap longgar. Mau tidak mau harus ganti segitiganya. Kalau tidak, penyetelannya akan sulit dan hasilnya tidak akan maksimal," kata Budi.
Bahkan, sekalipun masih bisa disetel, usia pakai komstir baru tidak akan bertahan lama karena dudukannya sudah tidak presisi.
Sebelumnya — Potret Warga Medan Antre BBM di Tengah Banjir, Pengendara Pilih Bertahan Berjam-jam
Selanjutnya — Kak Seto Usul DKI Jadi Provinsi Pertama Punya Seksi Perlindungan Anak Tiap RT
Artikel Terkait
- [KLARIFIKASI] Video Ini Bukan Kerusuhan di Paris usai Laga Perancis Vs Maroko
- Tak Cuma Himpun Dana, Buyback Kini Jadi Kunci Crowdfunding
- Prediksi Line Up Spanyol vs Argentina, Duel Yamal Lawan Messi
- Menkop Apresiasi Pramono Bikin Jalan Rasuna Said Jadi Lebih Indah dan Keren
- Ekonom Sebut Pertumbuhan Utang Luar Negeri RI Dipicu oleh Hal Ini
- Jamkrindo Catat Penjaminan Rp 139,6 Triliun hingga Juni 2026, Jangkau 2 Juta Pelaku Usaha
- Protes Polusi Udara, Spanduk "Selamat Datang di Kawasan Tidak Layak Huni" Terbentang di Padalarang-Cipatat
- Dasco Pimpin Rapat DPR dengan Pemerintah, Bahas Anggaran Kapal Perintis
